ManadoNewsToday

Informasi Terpercaya dari Sulawesi Utara

8 views

Serahkan Sertifikat ke 762 Warga Minsel, Bupati FDW Apresiasi Menteri Hadi

Manadonewstoday.com, Minsel – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menghadiri penyerahan sertifikat redistribusi tanah reforma agraria, oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, kepada masyarakat Ongkaw Raya, Minsel, Sulawesi Utara. Penyerahan sertifikat yang berlangsung di Desa Ongkaw Tiga Kecamatan Sinonsayang, Kamis (14/9/2022),

Kegiatan juga dihadiri Wakil Mentri ATR/BPN, Raja Juli Anthoni; Sekjen KPA; Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw; serta jajaran Forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten. Bupati Franky Wongkar menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program reistribusi tanah bagi petani, sebagai bagian dari perwujudan reformasi agraria.

“Kami sangat bersyukur karena lokasi reforma agraria yang menjadi prioritas Desa Ongkaw Tiga,” Katanya. Ukuran lahan yang diusulkan mencapai 362 hektar, sedangkan luas lahan yang diberikan kepada masyarakat sebesar 226,3 hektar. “Ini sesuatu hal yang sangat baik dan membanggakan bagi masyarakat penerima yang ada di sini,” ujarnya

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penerima sertifikat dalam program redistribusi tanah sebanyak 762 yang terdiri dari 528 kepala keluarga (KK).

Wongkar melanjutkan, akan dibangun sejumlah fasilitas dan sarana prasana untuk kepentingan masyarakat. “Yang nanti akan dibangun jalan produksi tani, fasilitas sosial, fasilitas umum dan akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan masyarakat petani, UMKM dan nelayan,” sebut Wongkar.

Dalam kesempatan itu, Franky juga melaporkan peristiwa bencana abrasi yang mengakibatkan ratusan rumah warga harus direlokasi. Franky berharap dukungan Kementerian ATR/BPN terhadap penerbitan sertifikat lahan hunian tetap bagi warga terdampak korban bencana Amurang menjadi atensi pihak BPN.

Sementara itu, Hadi Tjahjanto dalam arahannya menegaskan dengan diterimanya sertifikat regis kepada masyarakat, memberi kepastian hukum hak kepemilikan tanah untuk dikuasai dan dikelola oleh masing-masing masyarakat penerima.

“Dengan sertifikat ini itu artinya bapak ibu sekalian sudah terdaftar tanahnya di kantor pertanahan. Baik itu letak, luas dan batas. Apalagi sertifikat ini sudah by name,” tegas Hadi. Mantan Panglima TNI itu berpesan agar masyarakat menyimpan secara baik sertifikat yang sudah diterima. (Cel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *